Informasi Jalur Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Informasi untuk rencana pendakian Gunung Arjuno via Tretes, Pandaan.

Pendakian Gunung Arjuno via Tretes memang sudah terkenal sebagai jalur yang berat. Ini karena jalur pendakian via Tretes hanya menyediakan trek menanjak dan berbatu. Jalur pendakian gunung Arjuno ini melewati sisi utara gunung. Topografi medan pada jalur ini banyak dikatakan pendaki sebagai jalur terberat pendakian gunung Arjuno lebih berat dari jalur lain seperti misalnya jalur pendakian via Lawang maupun pendakian via Purwosari. Lalu, kenapa Ciran Backpacker memilih jalur ini? Karena ada nila plus-plus yang didapat. Simak saja sampai akhir.

Edelweis dan Canting

Sebagai informasi tambahan, jalur pendakian ini merupakan jalur yang sama atau searah dengan jalur pendakian Gunung Welirang.

Basecamp dan Transportasi

Sebagai titik awal (basecamp) pendakian via Tretes, yang terletak di Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Desa Tretes, Pandaan, yang kemudian menjadi nama jalur pendakian lewat utara Gunung Arjuno ini.

Untuk mencapai basecamp, bisa dicapai dengan transportasi umum. Jika dari Surabaya atau Malang bisa turun di Pasar Buah Pandaa dan lanjut menuju Basecamp di Desa Tretes. Sedangkan bagi pendaki dari Jakarta atau Jawa Tengah yang menggunkan Kereta Api bisa turun di Stasiun Malang Kota, kemudian lanjut naik angkot dan minta turun di Pasar Buah Pandaan.

Perijinan dan Biaya Lain

Sebelum mendaki, seperti biasa, harus melengkapi persyaratan pendakian dan meminta ijin mendaki di Pos Perijinan. Di pos ini, setiap pendaki harus melakukan registrasi (ijin mendaki dan pendataan) dengan dikenai biaya Rp. 8500,- tiap pendaki. Jika kamu membawa motor, ada biaya penitipan sebesar Rp. 5000,- per motor pwr hari. Jadi uang yang disediakan untuk perijinan jika membawa motor berkisar Rp. 27.000,- untuk 2 orang selama 2 hari atau 32.000,- jika sampai 3 hari pendakian.

Pos-pos Pendakian via Tretes

Pos pos pendakian Gunung Arjuno umumnya memiliki nama unik. Nama nama pos biasanya disesuaikan dengan kondisi medan pos tersebut.

Pos 1 alias Pet Bocor

Pos 1 bisa dicapai dalam kisaran waktu 15-20 menit dengan kondisi cuaca bersahabat. Pos yang bisa di sebut sebagai Pet Bocor ini jaraknya cukup dekat dari pos perijinan. Mengenai penamaan Pet Bocor bisa jadi karena di pos ini kamu bisa menemukan pancuran/pet tempat mengisi perbekalan air.

Di pos pertama ini juga ada warung kecil yang menyediakan pengganjal perut. Nah, di samping warung inilah letak pancuran/pet dimana para pendaki bisa mengisi air untuk bekal pendakian menuju Pos 2. Jangan terlalu serakah mengisi air di Pos 1 karena di Pos 2 juga banyak air, pokoknya cukup untuk perjalanan selama kurang lebih 3-4 jam jika cuaca normal.

Pos 2 alias Kokopan

Seperti disebutkan diatas, di Pos 2 terdapat sumber air. Sumber air di sini bisa langsung di minum. Tebakan saya, dari sinilah penamaan Kokopan berasal. Dalam bahasa jawa, meminum langsung disebut Ngokop, menjadi Kokopan yang berarti tempat ngokop. Eit, tetapi sebaiknya tetap memasak air telebih dahulu.

Kok memasak? Iya, karena di pos Kokopan kalian bisa mendirikan tenda untuk bermalam jika berangkat sore dari basecamp. Di pos 2 kondisi medannya termasuk luas dan landai. Sehingga bisa jadi tempat untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya. Pastikan mengisi air minum yang cukup hingga puncak Gunung Arjuno.

Di sini juga ada musholla untuk beribdah. Ada juga warung kecil, tetapi hanya buka jika akhir pekan saja karena ramai pengunjung.

Pos 3 alias Pondokan

Untuk menuju pos 3, jalur pendakian semakin berat. Mulai Pos 2 hingga Pos 3 jalur menanjak seperti tak habis-habis. Bagi pendaki pemula, memang lebih baik berangkat siang/sore untuk kemudian menginap terlebih dahulu di Pos 2 untuk mengumpulkan tenaga. Sebelum berangakt pagi-pagi menuju Pos 3.

Perkiraan waktu pendakian bisa mencapai 8 jam perjalanan atau paling cepat 4 jam jika melakukan marathon tanpa istirahat dalam kondisi cuaca normal.

Di lokasi Pos 3 banyak sekali gubuk kecil yang menjadi tempat penambanh belerang. Sehingga pos ini juga biasa disebut sebagai Pondokan. Di sini kalian juga bisa mendirikan tenda dan bermalam. Di sini juga tersedia sumber mata air. Meski sedikit kotor dan tak sebersih di Pos 2, air masih bisa digunakan. Sedangkan jika ingin memasak sepertinya lebih baik menggunakan air dari Pos 2 Atau meneruskan perjalanan jika ingin melakukan rush hiking.

Dari Pos 3 menuju puncak, kalian akan melewati Savanah yang cukup luas setalah berjalan sekitar 15-20 menit. Sebelum itu, ikuti tali yang dipasang para pendaki jika anda belum mengenal medan. Jalur menuju puncak Gunung Arjuno berbelok ke arah kiri. Karena jika mengambil jalan lurus, kalian akan sampai di puncak Gunung Welirang. Jadi jangan sampai salah jalur.

Lembah Kidang (Savana)

Di savanah yanh biasa di sebut sebagai Lembah Kidang ini, juga bisa mendirikan tenda. Lokasi ini lebih menjadi pilihan jika dibandingkan dengan di Pos 3. Pemandangan yang indah di Lembah Kidang menjadi salah satu alasan para pendaki melewati jalur Tretes. Belum lagi jika kalian beruntung kalian bisa menemui kawanan Rusa (Kidang, Bhs Jawa). Mau ambil foto selfie untuk pamer ke teman atau instagram juga boleh. Di sekitar Lembah Kidang juga terdapat sumber air, tetapi kadang surut bahkan kering saat musim kemarau.

Untuk menuju puncak Ogal-agil bisa mencapai 8/9 jam pendakian wajar. Lagi, jalur di sini akan membuatmu “Lali Jiwo” karena jalan menanjak tanpa jeda. Gak bakalan ada bonusan lagi, serius.anah menuju puncak Ogal-agil bisa mencapai 8/9 jam pendakian wajar. Lagi, jalur di sini akan membuatmu “Lali Jiwo” karena jalan menanjak tanpa jeda. Gak bakalan ada bonusan lagi, serius.

Alas Lali Jiwo

Dalam perjalanan menuju puncak, kalian akan melewati hutan yang disebut “Alas Lali Jiwo”, nah loh. Di jalur ini juga akan me jumpai pertigaan, jangan ambil arah kanan. Arah kanan ini juga menuju Gunung Welirang tetapi termasuk jalur bahaya menurut informasi yang didapat di Basecamp.

Pasar Dieng

Terus saja ikuti tali pemandu menunju Puncak yang disebut Pasar Dieng. Ketinggian Pasar Dieng sendiri hampir sama dengan Puncak Arjuno.

Bonus: Mitos Pasar Setan

Bagi yang suka mitos, ada info buat kalian. Perjalanan menuju Puncak Arjuno ini juga akan melewati Pasar Dieng atau banyak yang menyebutnya dengan Pasar Setan. Info yang berharga bukan? Jadi, Pasar Dieng ini katanya banyak menyimpan beberapa cerita misteri atau mitos. Konon katanya, Pasar Dieng ini meeupakan pusat aktivitas jual beli para makhluk gaib. Lumrah jika disebut sebagai Pasar Setan kan?

Di Pasar Dieng ini terdapat gundukan makam. Ih, merinding cuy.

Puncak Ogal-agil

Untuk melanjutkan perjalanan dari Pasar Dieng kalian cukup menuruni bukit ini dan kemudian menanjak lagi menuju Puncak Ogal-agil sebagai Puncak sebenarnya dari Gunung Arjuno. Puncak yertinggi Gunung Arjuno ditandai dengan banyaknya batu-batu besar yang tersusun rapi. Meskipun sebenarnya batu-batu besar ini cukup stabil, namun kesan yang didapat adalah tumpukan batu besar ini seperti goyah, yang dalam Bahasa Jawa adalah Ogal-agil. Dugaan saya, batu-batu inilah yang menjadi asal dari nama Ogal-agil untuk Puncak Gunung Arjuno ini.

Sampai di puncak Ogal-agil, kalian bisa menikmati pemandangan yang luar biasa. Eh, kalian boleh kok kalau mau selfie. Gak ada yang melarang. Tetapi yang paling penting adalah: Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang diberikan-Nya melalyi keindahan alam yang begitu megah. Dan jangan lupa juga berdoa agar tetap selamat dalam pejalanan kembali dan sampai rumah.

Phate Holloway, Dokumentator Team Ciran Backpaker